Pembelajaran IPS Kelas 9 pertemuan ke 12 tanggal 30 September 2021
Assamulaikum wr,wb
Bagaimana keadaan kalian hari ini anak anak …
Semoga kita senatiasa dalam keadaan sehat serta dalam lindungan Allah swt . Aamiin
Baiklah anak anak sebeum kita mulai pelajaran kali ini mari kita berdoa terlebih dahulu dengan membaca basmalah bersama sama ..
Bismillahirohmanirrohim
Pada pertemuan kali ini kalian akan belajar IPS bersama yaitu KD 3.2 namaun hasil penilaian Tengah Semester minggu lalu masih ada beberapa siswa yang nilai nya di bwah KKM,bahkan ada yang belum mengerjakan .untuk mengetahui nilai kalian silahkan buku link berikut
Siswa yang nilainya kurang dari KKM dan yang belum mengerjakan PTS silahkan kalian buka kembali blog bu emi pertemuan tanggal 2 dan 9 september 2021 tentang pembahasan soalnya setelah itu baru kerjakan soal Remidi dengan membuka link Remidi berikut
Setelah mengerjakan soal Remidi dan siswa yang tidak mengikuti remidi segera mengikuti pembelajaran materi selanjutnya
Baiklah anak anak kita lanjut ke pembahasan materi KD 3.2 menganalisis perubahan kehidupan sosial budaya Bangsa Indonesia dalam menghadapi arus globalisasi untuk memperkokoh kehidupan kebangsaan
Adapun materinya meliputi :
Perubahan sosial budaya dan globalisasi
A. Perubahan sosial budaya
1.Pengertian dan bentuk perubahan sosial budaya
2.Faktor intern penyebab terjadinya perubahan sosial budaya
3.Faktor ekstern penyebab terjadinya perubahan sosial budaya
4.Faktor penghambat perubahan sosial budaya
B. Globalisasi
1.Bentuk globalisasi
2.Dampak globalisasi
3.Upaya menghadapi globalisasi .
Pada pertemuan kali ini kita akan bahas bagian A dulu ya yaitu perubhan sosial budaya adapun tujuan Pembelajaran kita kali ini adalah :
Setelah mempelajari materi perubahan sosial budaya dan globalisasi melalui arahan guru dan didampingi orang tua, Ananda diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep perubahan sosial budaya.
2. Menganalisis penyebab perubahan sosial budaya
3. Menjelaskan perbedaan antara perubahan sosial dengan perubahan budaya
4. Menganalisis bentuk perubahan sosial budaya disekitar tempat tinggal.
Agar tujuan pembelajaran kita tercapai silahkan Baca dan pahami teks di bawah ini ya ...
Menganalisis Penyebab Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat
Ananda harus memahami bahwa kehidupan manusia dan masyarakat terus mengalami perubahan. Tidak ada masyarakat yang tetap atau statis karena hal tersebut terasa membosankan dan tidak menarik. Perubahan dalam kehidupan masyarakat dinamakan sebagai dinamika sosial, dimana dinamis artinya selalu berubah. Perubahan sosial dan budaya yang terjadi dalam masyarakat membuat masyarakat berkembang hingga mencapai bentuknya saat ini.
Sedikitnya terdapat tiga faktor yang memotivasi masyarakat untuk berubah. Healy (1998) dan Sztompka (2000) menjelaskan bahwa perubahan masyarakat diakibatkan oleh:
1. Pertambahan populasi manusia yang memunculkan masalah dan memerlukan solusi. Populasi manusia yang bertambah mengakibatkan kehidupan masyarakat berubah menjadi kompleks dari waktu ke waktu. Pertambahan populasi manusia mengakibatkan perlu dibangunnya lebih banyak rumah, sawah, pekerja, alat- alat pengangkut hasil panen dan lain-lain. Hal ini mengubah bentuk keadaan suatu wilayah.
2. Kebutuhan ekonomi dimana suatu kelompok masyarakat atau bangsa akan bersaing dengan masyarakat lain untuk mengakses sumber daya alam. Suatu masyarakat yang tidak berubah dan berkembang akan kesulitan bersaing dengan masyarakat lain.
3. Akibat adanya penemuan- penemuan baru. Suatu ide, teknologi dan praktek baru yang ditemukan manusia dan berguna untuk menyelesaikan satu masalah akan dengan mudah menyebar dari individu ke individu lain, dari individu kepada masyarakat maupun satu kelompok masyarakat ke masyarakat lain. Penerimaan suatu ide dan praktek baru dalam masyarakat akan mengakibatkan perubahan pada masyarakat tersebut. (Healy 1998; Sztompka 2000)
Menjelaskan Definisi Perubahan Sosial Budaya Perubahan Pada Tingkat Individual
Ananda adalah seorang manusia dan secara alamiah manusia memiliki keinginan untuk selalu melakukan aktifitas yang berbeda. Mengerjakan aktifitas yang sama dan monoton (berulang-ulang) dapat memunculkan rasa bosan dan hilangnya semangat hidup. Menurut para ilmuwan, rasa bosan yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan munculnya hal negatif. Oleh karenanya rasa bosan memacu manusia melakukan perubahan untuk tetap positif dalam kehidupan (Westgate 2020). Hal ini menunjukkan bahwa manusia ingin selalu mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru dalam kehidupan. Keinginan melakukan aktifitas baru dan pengalaman berbeda mengakibatkan manusia terus mengalami perubahan.
Pada sisi teknologi, perubahan terjadi karena manusia ingin lepas dari pekerjaan yang monoton atau berulang. Teknologi robot dalam pabrik-pabrik pembuatan mobil digunakan untuk membantu mengerjakan pekerjaan manusia yang berulang dan monoton tanpa kehilangan ketelitian seperti mengelas, memasang baut, ataupun meyemprotkan cat. Melalui bantuan robot, manusia menjadi memiliki waktu luang untuk memikirkan hal-hal lain seperti ide-ide baru untuk membuat mobil yeng lebih baik dan efisien.
Selain perubahan dalam sisi aktifitas, perubahan pemikiran juga terjadi sebagai akibat tuntutan perkembangan tubuh fisik manusia. Sebagai manusia, Ananda memiliki tubuh fisik yang terus berubah, menjadi besar, dewasa dan akhirnya menjadi tua. Ananda yang semula ketika di TK merasa pantas jika dibonceng tiga oleh kedua orang tua dengan sepeda motor, kini tidak lagi terasa pantas karena Ananda bertambah besar. Pemikiran ananda yang dahulu hanya berfokus pada aktifitas bermain ketika TK, kini harus mulai serius berpikir ilmu pengetahuan di bangku SMP.
Semua perubahan fisik yang terjadi pada manusia membutuhkan perubahan pada pola pikir dan tindakan manusia. Sebagai contoh Orang tua yang dahulu hanya berpikir untuk mencukupi kebutuhan Ananda sekolah di SD, kini harus berpikir mencari uang yang lebih banyak untuk menyekolahkan Ananda di tingkat SMA atau bahkan perguruan tinggi nantinya. Seiring perubahan fisik yang dialami manusia muncul kebutuhan hidup yang berbeda sehingga diperlukan perubahan pola pikir dan tindakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Pertumbuhan tubuh fisik selanjutnya juga disertai dengan bertambahnya tanggungjawab. Seperti layaknya orang tua, Ananda kelak juga akan menjadi orang tua. Ketika menjadi orang tua, Ananda tidak mungkin hanya memikirkan keinginan diri sendiri. Ananda harus belajar bertanggung jawab memenuhi kebutuhan anak-anak dan keluarga Ananda. Tanggung jawab akan bertambah besar ketika dewasa nanti, Ananda juga harus memperhatikan orang tua Ananda yang semakin tua dan lemah karena usia. Bertambahnya tanggung jawab kehidupan akan mengakibatkan perubahan cara berpikir dan bertindak menjadi lebih dewasaPerubahan sosial terjadi ketika banyak manusia dalam suatu masyarakat melakukan perubahan. Seperti contoh suatu keluarga memutuskan membeli mobil sebagai sarana transportasi karena anak yang bertambah besar. Penambahan jumlah kendaraan dalam suatu masyarakat dapat mengakibatkan perubahan sosial dalam skala kecil. Perubahan sosial skala kecil itu bersifat baik jika membuat kehidupan masyarakat semakin mudah. Sebagai contoh mobil baru suatu keluarga tidak akan mengganggu masyarakat tetapi justru membantu apabila keluarga tersebut rela meminjamkan mobilnya untuk keperluan sosial masyarakat seperti untuk mengantar atau menjenguk anggota masyarakat yang tiba-tiba sakit. Meski demikian keberadaan mobil baru juga dapat mengakibatkan perubahan sosial skala kecil yang negatif ketika menimbulkan gangguan kehidupan masyarakat. Apabila keluarga tidak memiliki garasi untuk menyimpan mobilnya, aktifitas lalu lintas masyarakat dapat terganggu akibat mobil yang diparkir di depan rumah.
Masih terkait dengan perubahan sosial akibat pembelian mobil, perubahan sosial skala besar dapat terjadi bila jumlah anggota masyarakat yang membeli mobil berjumlah banyak dan dalam waktu yang relatif bersamaan. Apabila secara massal banyak keluarga di Indonesia memutuskan membeli mobil dalam waktu yang bersamaan tentunya jumlah kendaraan di jalan raya Indonesia akan meningkat. Peningkatan kendaraan akan menimbulkan kebutuhan jalan tol, penyediaan lahan parkir, stasiun pengisian bahan bakar, pabrik suku cadang, usaha bengkel dan lain seterusnya. Kebutuhan baru ini dapat mengakibatkan perubahan sosial seperti penggusuran lahan pemukiman dan persawahan untuk keperluan tersebut, belum lagi ditambah oleh meningkatnya tingkat polusi dan kemacetan yang memerlukan solusi baru dalam pengaturan lalu lintas. Semua perubahan yang dialami manusia akan secara berantai mengakibatkan perubahan pada bidang lain secara berkelanjutan.
Bila kehidupan sosial masyarakat dapat dengan mudah berubah, kehidupan kebudayaan cenderung lebih sulit berubah. Kebudayaan dapat didefiniskan sebagai serangkaian ide, kepercayaan, norma atau peraturan tidak tertulis yang mengatur perilaku sekelompok orang dalam satu wilayah. Karena kebudayaan memiliki nilai dan norma yang telah tertanam kuat pada seluruh masyarakat, maka sifanya lebih sulit berubah. Perubahan budaya hanya dapat terjadi apabila semua golongan masyarakat baik tua, muda laki-laki dan perempuan telah menerima adanya perubahan sosial dan melakukan adaptasi dengan kebaruan tersebut dengan mengubah nilai, norma dan perilaku yang ada. (Varnum and Grossmann 2017).
Sebagai contoh, pada kebudayaan Jawa, masyarakat memiliki nilai, norma dan perilaku untuk menghormati orang yang lebih tua. Nilai dan norma ini membuat penduduk Jawa selalu merendahkan tubuh atau kepala bila bertemu dan berbicara dengan orang yang lebih tua. Budaya dan aturan tidak tertulis ini membuat masyarakat Jawa dapat hidup harmonis. Kaum muda menghargai dan memberikan kesempatan pada orang-orang tua yang lemah karena usia, melalui penghormatan ini pula, kaum tua merasa diterima dan bersedia memberikan nasihat kehidupan kepada kaum mudaSaat ini keadaan berbeda, karena adanya materialism, kesibukan, persaingan hidup dan mobilitas kaum muda di perkotaan, banyak orang tua dititipkan ke panti Jompo. Kaum muda menganggap bahwa pemberian uang atau materi kepada orang tua melalui panti Jompo adalah bentuk penghormatan kepada orang tua disana. Hasilnya adalah banyak orang tua merasa ditelantarkan, mereka merasa tidak bahagia karena terpisah dari keluarga dekat, anak cucu yang menghormati dan menyayangi mereka. Meskipun telah terjadi perubahan demikian, hal ini belum bisa dikatakan terjadi perubahan budaya menghormati orang tua di Indonesia. Sebab di Indonesia masih banyak penduduk Jawa yang bersedia dekat, memperhatikan dan menampung orang tua mereka yang tidak lagi produktif. Ini membuat nilai kebudayaan bangsa Indonesia menghormati orang yang lebih tua masih terjaga. Sekali lagi dapat dikatakan bahwa perubahan kebudayaan lebih sulit terjadi daripada perubahan sosial di masyarakat
RANGKUMAN
1. Sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan
a. Populasi mansia bertambah dan kehidupan menjadi kompleks sehingga terjadilah perubahan sosial
Contoh :
1) Pertambahan populasi manusia di perkotaan membuat rumah tinggal yang semula melebar sejajar tanah, kini dibuat berusun ke atas (contoh apartemen dan rumah susun)
2) Pertambahan populasi manusia di pinggiran kota membuat ruang kosong yang semula digunakan untuk bermain anak habis untuk pemukiman dan industri. Anak harus disediakan lokasi lokasi bermain khusus agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas akibat keramaian jalan
b. Kelompok manusia bersaing dengan kelompok lain dalam mengakses sumber daya alam yang terbatas. Perubahan sosial budaya dilakukan untuk dapat memenangkan persaingan dengan kelompok masyarakat Lain
Contoh :
1) Perdagangan online adalah aktifitas jual beli modern. perdagangan online membuat suatu negara akan tertinggal bila mengandalkan transaksi jual beli konvensional. Peningkatan dan pembangunan fasilitas jaringan internet hingga ke desa-desa merupakan aktifitas yang akan menimbulkan perubahan sosial budaya. Perubahan ini penting agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain
2) Pembangunan pabrik alat persenjataan modern, galangan kapal, perakitan kereta api adalah upaya Indonesia untuk dapat bersaing dengan negara lain
c. Perubahan sosial budaya terjadi karena penemuan ide, praktek dan
teknik baru yang menyebar diantara masyarakat
contoh :
1) Smartphone adalah alat yang dapat membuat komunikasi dan pencarian informasi berlangsung lebih lancar, praktis dan murah. Penemuan smartphone membuat masyarakat Indonesia ikut mengadopsinya. Sebagai akibatnya keberadaan jaringan internet, listrik dan penyedia pulsa diperlukan hingga ke desa desa
2) Sepeda motor matic injeksi adalah sepeda motor yang efisien, praktis dan mudah digunakan siapapun. Masyarakat Indonesia sangat menyukai dan tertarik membeli sepeda motor matic injeksi ini. Hal ini membuat terjadinya perubahan sosial, wanita-wanita di pelosok desa mendapatkan kemerdekaan berpergian dengan menggunakan motor matic injeksi. Mereka tidak lagi tergantung pada laki-laki yang mengantarnya dengan sepeda motor biasa.
2. Perubahan sosial dan Kebudayaan adalah fenomena wajar dan terjadi secara terus menerus dalam kehidupan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Perubahan terjadi karena secara alamiah karena manusia berkembang dan berubah mengatasi permasalahan yang diterimanya
3. Perubahan sosial budaya disebabkan oleh sifat alamiah manusia yang ingin terus berubah. Perubahan sosial budaya juga terjadi karena pertama populasi manusia terus bertambah dan memerlukan perubahan untuk menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya, kedua adanya kebutuhan suatu kelompok manusa bersaing dengan kelompok lain dalam mengakses sumber daya alam yang terbatas, dan ketiga penemuan ide, praktek dan teknik baru yang menyebar dan menyebabkan perubahan sosial di masyarakat yang mengadopsinya
4. Perubahan sosial lebih mudah terjadi daripada perubahan kebudayaan. Kehidupan sosial masyarakat mudah berubah karena selalu menghadapi hal-hal baru yang membutuhkan penyelesaian. Kebudayaan memiliki sifat yang lebih sulit berubah karena berisi nilai-nilai dan aturan tidak tertulis yang dianut dan dipegang teguh oleh seluruh masyarakat. Agar dapat dikatakan menjadi perubahan budaya, seluruh anggota masyarakat, laki-perempuan, tua muda harus dapat menerima kebutuhan untuk berubah dan melakukan perubahan atas nilai dan norma yang dianutnya secara sukarela
5. Perubahan 5. Perubahan kebudayaan lebih sukar terjadi daripada perubahan sosial Kehidupan sosial lebih mudah berubah karena masyarakat selalu menghadapi hal-hal baru yang membutuhkan penyelesaian. Kebudayaan memiliki sifat yang lebih sulit berubah karena berisi nilai-nilai dan aturan tidak tertulis yang dianut dan dipegang teguh oleh seluruh masyarakat
Untuk lebih memahami materi pelajaaaaran ini silahkan kalian menyimak tanyanga video pembelajaran berikut
anak anak ku kelas 9 yang sholih dan sholihah demikian pembelajaran IPS kali ini
Sebelum kita akhiri pembelajaran ini silahkan kalian semua baik yang remidi maupun yang tidak remidi kerjakan tugas dengan membuka link di bawah ini
Baiklah anak anak semoga kalian diberi kemudahan dalam menerima ilmu Pengetahuan semoga sentiasa diberi kesehatan serta senatiasa dalam lindungan Allah swt . Aamiin Ya Rabbal alamiin .
Kita akhiri pembelajaran kali ini dengan membaca HAMDALLAH bersama sama
Alhamdulillahirobbilalamiin